Rabu, 26 Agustus 2026

File Hirarki pada Linux


Saat pertama kali menggunakan linux terutama CLI (Command Line Interface) anda perlu memahami tentang perintah-perintah pada terminal, namun jika ingin mempelajari nya lebih lanjut ada baiknya anda harus mengetahui apa itu file hierarki pada linux. 

File Hierarki adalah metode dan struktur data yang digunakan sistem operasi untuk mengorganisir file pada partisi harddisk sebagai media penyimpanan data. dengan begitu kita dapat menyimpan data, mengelompokkan, menyusun penyimpanan file sesuai keinginan kita.






Direktori /bin 
Direktori ini berisi perintah-perintah yang dibutuhkan oleh user, program disini dapat dijalankan meskipun tidak ada sistem file lain yang tidak dimount. /bin ini memiliki struktur file dibawah nya lagi
Direktori /boot/ 
Berisi Program & Data yang dibutuhkan saat melakukan Booting, jika pada file ini mengalami corrupt atau terhapus maka otomatis PC tidak akan booting Linux yang digunakan.
Direktori /dev/ 
Direktori tempat file device, jika anda ingin melakukan mounting maka file yang dilalui akan melaui Direktori /dev/ dan pada saat ingin meliat media tersebut berada di file /media/
Direktori /etc/ 
File yang berisi Konfigurasi Sistem, pada Direktori ini biasanya saat ingin mengInstall aplikasi tambahan seperti Bind9, DHCP3-Server, Squid, Mail dll maka Direktori yang dituju adalah /etc
Direktori /home 
Directory untuk setiap user yang terdaftar di dalam sistem. di dalam directory masing-masing user, dapat dibuat konfigurasi yang spesifik untuk user bersangkutan. jadi setiap user yang terdaftar secara otomatis akan dibuatkan di /home
Directory /lib 

Berisi pustaka bersama yang digunakan secara bersama-sama oleh satu pihak program atau lebih kadangkala satu file Library digunakan oleh beberapa aplikasi secara bersama. standar pustaka yang dibutuhkan dapat merujuk pada LSB.
Direktori /proc/ 

Yaitu file System untuk menjalankan Proses filesystem virtual dukumentasi kernel dan proces status seperti file text. 
Direktori /opt/ 

Berisi paket aplikasi tambahan yang diInstall kedalam System dan tambahan (add-on), biasanya berupa aplikasi biner/ propiertary. struktur diretorynya sama dengan struktur yang dibutuhkan oleh sistem. direktory ini untuk menampung provider-provider aplikasi, yang ingin menyertakan program binernya ke dalam sistem linux.
Direktori /mnt/ 

Direktori tempat pengaitan Sistem sementara, contoh jika ingin menggunakan CD Drive, maka masukan terlebih dahulu Kepingan CD kedalam CD-Room, lalu pada terminal lakukan mount dengan mengetikan perintah mount /dev/sr0
Direktori /media/ 

Yaitu saat anda memasang flashdisk ke Komputer anda, anda bisa menemukan Direktori flashdisk di /media/, karena Direktori berisi media yang bisa dibongkar pasang di Komputer
Direktori /sys/ 

Direktori yang berisi Informasi dengan Kernel, Device, Firmware, untuk memudahkan mengingat , Direktori ini dianggap kependekan dari System
Direktori /sbin/ 

Direktori yang berisi file-file biner yang esensinya untuk Sistem, dan mengendalikan System, file-file biner atau bisa dianggap aplikasi System ini dioperasikan secara tidak tepat bisa berpotensi merusak.
Kepanjangan dari sbin adalah “System Binary” file-file biner yang ada di /sbin ada fastboot, fasthalt, fdisk, fsck, fsck.*, getty, halt, iconfig, init, mkfs, mkfs.*, mkfswap, reboot, route, swapon, swaporf, update.
Direktori /usr/ 

Sebuah Sub-Hirarki dari root system disimpan kedalam /usr, didalam /usr/ tersimpan aplikasi dan utility yang spesifik dengan user, jika kita melihat dalam Direktori /usr/ maka akan menemukan Direktori lain yaitu /bin/, /games/, /bin/ dll, dan jika pengguna termasuk orang yang sering menambah Aplikasi lain diluar bawaan paket, ada baiknya partisi /usr/ diberikan partisi sendiri.
Direktori /tmp/ 

Merupakan file system yang menyimpang file sementara bedanya /var/tmp/ dengan /tmp/ yaitu /var/tmp/ saat reboot tidak akan dibersihkan oleh system
Direktori /usr/share/ 

Merupakan tempat menyimpan data-daya yang bisa dibagikan dan tidak terikat dengan platform.
Direktori /usr/src/ 

Tempat menyimpan souce code dari aplikasi
Direktori /usr/incude/ 

Direktori tempat tersimpannya file header dari Compiler C, file ini mendefinisikan struktur konstanta, dalam direktori ini juga terdapat header compiler C++
Direktori /usr/local/ 

Tempat tersimpannya Aplikasi yang terinstall dan file yang digunakan untuk local machine, pada jaringan besar /usr/ lokasi fisiknya terletak di Komputer berbeda dan dibagikan kedalam jaringan untuk di Mount ke dalam /usr/, pada jaringan local biasanya terdapat di /usr/local/, sebagai tambahan jika Aplikasi yang umum tersimpan kedalam /usr/bin/ maka aplikasi yang sifatnya tersimpan dalam /usr/local/bin/
Direktori /lost/found/ 

yaitu di Direktori ini tempat menyimpan file yang berhasil di recover saat system crash

Sekian mengenai file hirarki linux semoga bermanfaat keep on your distro free is freedom

Pengertian CHMOD dan CHOWN untuk Ganti Permission di Linux

Pengenalan

Dalam tutorial ini, Anda akan belajar bagaimana cara mengganti permission pada file/folder dan owners (pemilik) melalui command line di sistem Linux/Unix. 

Ada 2 perintah dasar yang bisa Anda gunakan untuk melakukan hal tersebut yaitu: 
  • chmod 
  • chown.

Yang Anda butuhkan
Sebelum memulai, yang Anda butuhkan adalah:

Akses ke command line

Langkah 1
Mengganti permission file dan folder melalui : 

Command line chmod 
Perintah ini digunakan untuk mengganti permission dari sebuah file/folder. Pada dasarnya, setiap file dapat diakses oleh 3 jenis pengguna yaitu:

Type 1 owner 
Pengguna yang membuat dan memiliki file / direktori.
Type 2 group 
Semua pengguna yang merupakan anggota dalam grup yang sama.
Type 3 others 
Semua pengguna lainnya dalam sistem yang bukan owner atau member dari sebuah grup..


Perintah ls -l
Bisa digunakan untuk melihat permission pada file dan ownernya. 
Sebagai contoh, ls -l file1.txt akan menampilkan:
-rwxr–rw- 1 user user 0 Jan 19 12:59 file1.txt
“-rwxr–rw-“ 
Bagian ini akan menampilkan permission. Ada 3 huruf yang mungkin akan sering Anda lihat: r, w, x, d.
d artinya tipe file adalah direktori (folder). 
Dalam contoh kita tersebut, huruf d tidak ada (seharusnya berada di urutan pertama, namun pada contoh tidak ada/diwakili oleh simbol “-” yang artinya “tidak”).
Huruf x 
  • Permission untuk mengeksekusi file/folder  
  • Kita sering membutuhkan permission ini untuk masuk ke dalam folder.
Huruf w 
Permision untuk menulis file/folder (edit, hapus, dll). 
Huruf r 
  • Artinya adalah read.
  • Jika kita memiliki permission untuk membacara, kita bisa membaca isi dari file, namun hanya itu saja. Kita tidak bisa meng-edit atau mengeksekusi file tersebut.
1 – Jumlah hard links. 
  • Biasanya hard link merupakan nama tambahan untuk sebuah file.
  • user user – Menampilkan pemilik (owner) dan group owner dari file.
0 – Menampilkan ukuran file.

Jan 19 12:59 – Menampilkan kapan terakhir kali file dimodifikasi.

file1.txt – Nama file/folder

Kembali ke perintah chmod. Perintah ini akan memungkinkan kita untuk mengganti permission dari file/folder. Kita akan belajar bagaimana cara melakukannya hanya dengan menyertakan nomor-nomorsecara bersamaan. Setiap tipe permission memiliki nomornya masing-masing:
  • r (read) – 4
  • w (write) – 2
  • x (execute) – 1
Jadi, contohnya, jika Anda ingin mengatur permission file1.txt menjadi:
-rwxr–rw- 1 user user 0 Jan 19 12:59 file1.txt
Maka perintah yang kita gunakan adalah:
chmod 746 file1.txt
Pada dasarnya, setiap nomor dalam perintah ini merepresentasikan permission untuk salah satu tipe user(owner, group owner, dll).

Jadi, angka pertama adalah 7. Berdasarkan penjelasan arti angka di atas, satu-satunya cara kita bisa mendapatkan angka 7 adalah dengan menambahkan angka 4, 2 dan 1, bentuknya: 4+2+1=7. Artinya SEMUA permission (read, write dan execute – rwx). Angka pertama ini akan membuat permission untuk owner dari file tersebut.

Angka ke-2 adalah 4. Artinya adalah permission r (read), angka ini memberikan permission ke group owner.

Angka ke-3 adalah 6, berdasarkan arti angka di atas, cara mendapatkan angka ini adalah dengan menambahkan 4 dan 2, jadinya 4+2=6. Sehingga kita memberikan others sebuah permission untuk read(4) dan write (2) pada file.

Bagian ke-3 pada perintah (file1.txt) adalah nama file, kita tulis nama file yang ingin kita atur permissionnya.

Contoh lainnnya: chmod 777 file2. txt, perinta ini akan memberikan SEMUA permission ke semua jenis user (owner, group dan other).

Berikut ini adalah list yang paling sering digunakan untuk file:
Value    Numeric Value  
-rw——- 600 
Pemilik bisa membaca dan menulis.
-rw-r–r– 644 
Pemilik bisa membaca dan menulis, group dan orang lain bisa membaca.
-rw-rw-rw- 666 
Pemilik, kelompok dan others bisa membaca dan menulis.
-rwx—— 700 
Pemilik bisa membaca, menulis dan mengeksekusi, group dan yang lainnya tidak bisa melakukan apapun dengan file tersebut.
-rwx–x–x 711 
Pemilik bisa membaca, menulis dan mengeksekusi, kelompok dan orang lain bisa mengeksekusi.
-rwxr-xr-x 755 
Pemilik bisa membaca, menulis dan mengeksekusi, kelompok dan orang lain bisa membaca dan mengeksekusi.
-rwxrwxrwx 777 
Pemilik, kelompok dan orang lain bisa membaca, menulis dan melaksanakan.

Permission yang umum digunakan untuk direktori:
Value     Numeric Value
drwx—— 700 
Hanya pemilik yang bisa membaca dan menulis di direktori ini.
drwxr-xr-x 755 
Pemilik, kelompok dan lain-lain bisa membaca direktori, tapi pemiliknya hanya bisa mengubah isinya.

Ada cara lain untuk mengubah permission dengan menggunakan perintah chmod, namun kami merekomendasikan Anda untuk mempelajari salah satunya dan menggunakannya setiap saat (penggunaan angka seperti di atas). 

Jika Anda ingin mempelajari cara lain untuk mengubah permission, Anda bisa membacanya disini.


Langkah 2
Mengganti owner file dan folder melalui command line

chown 
Perintah ini digunakan untuk mengganti owners dari file/folder. Perintah dasarnya adalah:
chown [owner/group owner] [nama file]
Pada dasarnya, jika kita memiliki file “demo.txt” dan kita ingin membuat owner file ini menjadi “bambang” dan group owner menjadi “clients”, maka perinta yang akan kita gunakan adalah:
chown bambang:clients demo.txt
Jadi, seperti yang Anda lihat, kita memisahkan owner dan group owner dengan simbol “:” (titik dua). Jika kita hanya ingin mengubah owner file, kita bisa menggunakan:
chown bambang demo.txt
Kita menghilangkan group owner dan hanya mengetikan owner file yang baru, dalam kondisi seperti itu, group owner akan tetap tidak berubah. Contoh lain yang serupa adalah jika kita ingin mengubah group owner dari sebuah file, maka perintahnya akan menjadi seperti berikut:
`chown :clients demo.txt`
Dalam kondisi seperti ini, hanya group owner yang akan berganti menjadi clients (owner tetap tidak berubah).


Langkah 3 
Menggunakan opsi tambahan dengan perintah chmod dan chown

Salah satu opsi utama yang bisa bekerja dengan kedua perintah tersebut adalah -R, yang artinya rekursif. Opsi ini memungkinkan Anda untuk mengganti permission/owner dalm folder dan SEMUA file dan sub folder di dalamnya.

PENTING! Anda harus berhati-hati dengan opsi ini karena bila salah menggunakannya justru Anda malah mengganti permission/owners dari semua file di dalam sistem Anda. Efeknya akan menimbulkan kesalahan fatal dan Anda akan semakin repot untuk mengembalikan ke kondisi normal.

Opsi lain untuk “chmod” dan “chown” adalah:
“-f” – Akan memaksa eksekusi dan tidak memunculkan banyak pesan error.
“-v” – Memberikan Anda diagnosa setiap file yang dipengaruhi oleh perintah.
“-c” – Sama seperti -v, namun hanya akan menyediakan informasi bila perubahan sudah benar-benar terjadi.

Kesimpulan

Dalam tutorial ini, Anda sekarang telah mempelajari bagaimana cara mengganti permission dan owner untuk file dan folder melalui command line. Bila Anda sudah mahir, tentu manajemen server akan jadi lebih mudah. Anda boleh lanjut mempelajari tutorial lain yang sudah kami sediakan.

Suplemen Gambar
Contoh Kasus untuk memahami hak akses

-rwxrw-r--1AndiTKJ4096Feb172021Pati 1
-rw-rw-r--1AsepTKJ4097Mar172021Pati 2
-r-xrw-r--1AhmadTKJ4098Apr172021Pati 3
-rwxrw-r--1BayuOTO4099May172021Pati 4
-rw-rw-r--1BambangOTO4100Jun172021Kudus
-r-xrw-r--1BimaOTO4101Jul172021Jepara
-rwxrw-r--1CandraLAS4102Aug172021Rembang
-rwxrw-r--1DediAPL4103Sep172021Blora


Rabu, 05 Agustus 2026

Administrasi File Linux Debian

 

Administrasi File Linux Debian

Administrasi File

Setelah mempelajari Administrasi User dengan perintah perintah :
1. Login root
2. Clear
3. Adduser
4. Logout
5. Login user
6. Userdel -r
7. Groupadd
8. Groupdel
9. Usermod

Kita lanjutkan dengan mempelajari Administrasi File di dalam Linux Debian.

Linux tidak memiliki sistem drive seperti Windows. Hanya ada direktori-direktori, setiap user memiliki directory user sendiri-sendiri. Ada satu direktori akar, yaitu root directory, yang bisa diakses dengan menggunakan / slash.

1. Perintah ls /
Coba ketikkan ls /, untuk menampilkan daftar direktori dan file yang ada di root directory.

Perintah ls <nama_direktori> digunakan untuk menampilkan isi dari sebuah direktori.


2. Perintah cd /usr
Sekarang, gunakan perintah cd /usr, untuk mengganti direktori yang aktif menjadi direktori /usr.

Sekarang tanda ~ tilde berubah menjadi nama direktori yang sedang aktif.

3. Perintah mkdir <nama_directory>
Untuk membuat sebuah directory, gunakan perintah mkdir <nama_directory>.

Untuk melihat apakah directory tersebut sudah terbuat, gunakan ls. Apabila perintah ls digunakan tanpa memberikan nama direktori, maka ls akan mendaftar semua isi direktori yang sedang aktif sekarang (yaitu /usr).
File dan direktori di Linux mempunyai aturan penggunaan, tidak sembarang user bisa mengakses semua file. Root bisa mengakses semua file yang ada, root juga bisa memberikan hak akses kepada user untuk mengakses file tertentu.
Buat sebuah user dengan nama bintang, lalu logout dan masuk user bintang.

4. Perintah touch <nama_file>.
Untuk membuat sebuah file kosong, gunakan perintah touch <nama_file>.
Lalu, masuk kembali ke dalam direktori /usr. Ketikkan ls –l, untuk menampilkan isi direktori beserta attribut-attributnya,


5. Mengubah Hak Akses
Directory root yang baru saja kita buat dimiliki oleh user bernama root. Di kolom pertama, ada penjelasan tentang hak akses dari file atau direktori tersebut.

Terdiri dari 10 karakter,
1. Huruf d apabila direktori, - apabila file.
2. Hak akses untuk pemilik file,
  • r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
  • w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
  • x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.
3. Hak akses untuk group pemilik file,
  • r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
  • w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
  • x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.
4. Hak akses untuk selain pemilik dan group pemilik,
  • r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
  • w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
  • x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.

===============================
Suplemen




Slemen :
https://www.hostinger.co.id/tutorial/pengertian-chmod-dan-chown-untuk-ganti-permission-di-linux/#gref

Administrasi User Linux Debian

 

Administrasi User Linux Debian


Sebelumnya server Debian diinstalisasi  tanpa grafik. Oleh karena itu, hanya akan ada tampilan command line (CLI). 

Bagi pengguna Windows mungkin tidak terbiasa menggunakan tampilan command line. Kecuali yang sudah terbiasa menggunakan DOS yang juga berbasis CLI. Pengguna DOS tentu tidak asing dengan perintah perintah Debian CLI berikut ini.

Bagi pengguna Windows yang belum pernah bekerja dengan DOS, dengan sedikit latihan akan terbiasa menggunakan perintah perintah berbasis CLI.

Setelah instalasi, maka Debian akan berjalan sendiri. Tampilan pertama meminta kita untuk masuk ke dalam sistem. 

Sebelumnya kita telah membuat 2 akun dalam Debian ketika melakukan instalasi, yaitu :
1. Akun utama (root), dan 
2. Akun dengan nama depan tadi.

Administrasi User

1. Selesai menginstal Debian, keluar tampilan debian123 login


2. Masuk root dengan mengetikkan root pada debian123 login, dan  passwordnya


3. Setelah masuk sebagai root, ketikkan clear.

Level administrasi tertinggi ada pada akun utama sebagai  super user, yaitu root. Root memiliki kemampuan untuk membuat user baru, ataupun menghapus user yang sudah ada.

4. Perintah adduser  
Perintah  adduser  digunakan untuk menambahkan user baru. Caranya dengan mengetik  adduser <nama_pengguna>, maka akan membuat user baru dengan nama yang sudah dimasukkan.
Setelah nama pengguna dimasukkan, maka diminta untuk memasukkan kata sandi untuk pengguna tersebut, dan informasi yang berkaitan dengannya.

5. Perintah logout
Ketikkan  logout  untuk keluar dari sesi root. 


6. Masuk sebagai Pengguna yang Baru  
Lalu masuk sebagai pengguna yang baru saja  dibuat, dalam kasus ini nama  penggunanya adalah bill dengan kata sandi gates.


Apakah terlihat perbedaan sebelumnya? Iya, perbedaanya terletak pada bagian prompt dari command line. Sebelumnya, saat kita masuk sebagai  root, prompt dari command line berbentuk 
Namun saat kita sudah berganti user, dan masuk sebagai bill, maka prompt dari command line berbentuk
Tanda  ~  atau tilde, menunjukkan posisi direktori yang sedang aktif. Dalam kasus ini bill tidak aktif di direktori manapun.

7. Perintah userdel -r
 Sekarang, coba logout dan masuk lagi sebagai root. Ketikkan perintah berikut,

Keluar dari bill, masuk lagi menjadi root, dan menggunakan  perintah userdel  –r <nama_pengguna>  untuk menghapus semua data di direktori /home pengguna dan juga pengguna tersebut.

8. Perintah groupadd dan groupdel
Beberapa user yang memiliki hak akses yang sama, bisa dimasukkan kedalam sebuah group. Group sangat berfungsi sehingga  kita tidak perlu membatasi hak akses terhadap user satu per satu.
Untuk membuat group, ketikkan perintah berikut.


Perintah groupadd <nama_group> digunakan untuk membuat group, sedangkan  groupdel <nama_group>  digunakan untuk menghapus group yang ada.
Buat dua buah group yaitu jawatengah dan jawabarat, dan buat empat user baru yaitu pati, rembang, bandung dan subang seperti yang terlihat pada contoh berikut ini :






9. Perintah usermod –g <nama_group> <nama_user>
Setelah itu, gunakan perintah

Perintah di atas digunakan untuk memindahkan user ke suatu group. Pada kasus ini, pati dan rembang dipindahkan ke dalam jawatengah sedangkan bandung dan subang dipindahkan ke dalam jawabarat.



10. Perintah  ls /

Linux tidak memiliki sistem drive seperti Windows. Hanya ada direktori-direktori, setiap user memiliki directory user sendiri-sendiri. Ada satu direktori akar, yaitu root directory, yang bisa diakses dengan menggunakan / slash.
Coba ketikkan ls /, untuk menampilkan daftar direktori dan file yang ada di root directory.


Perintah  ls <nama_direktori>  digunakan untuk menampilkan isi dari sebuah direktori. 

11. Perintah cd /usr
Sekarang, gunakan perintah  cd /usr, untuk mengganti direktori yang aktif menjadi direktori /usr.

Sekarang tanda ~ tilde berubah menjadi nama direktori yang sedang aktif. 

12. Perintah mkdir <nama_directory>
Untuk membuat sebuah directory, gunakan perintah  mkdir <nama_directory>.

Untuk melihat apakah directory tersebut sudah terbuat, gunakan  ls. Apabila perintah  ls  digunakan tanpa memberikan nama direktori, maka ls  akan mendaftar semua isi direktori yang sedang aktif sekarang (yaitu /usr).
File dan direktori di Linux mempunyai aturan penggunaan, tidak sembarang user bisa mengakses semua file. Root bisa mengakses semua file yang ada, root juga bisa memberikan hak akses kepada user untuk mengakses file tertentu.
Buat sebuah user dengan nama bintang, lalu logout dan masuk user bintang.

Untuk membuat sebuah file kosong, gunakan perintah touch <nama_file>. 
Lalu, masuk kembali ke dalam direktori /usr. Ketikkan  ls  –l, untuk menampilkan isi direktori beserta attribut-attributnya, 


Suplemen
1. Membuat User dan Grup dalam Debian 10
3. File Hirarki pada Linux

Cara Membuka Membuat Mengedit dan Melihat File di Linux

  Gambar 325 Linux Satu hal yang dilakukan GNU / Linux sebaik sistem operasi lainnya adalah memberi Anda alat yang Anda butuhkan untuk membu...